Showing posts with label herbal. Show all posts
Showing posts with label herbal. Show all posts

Sunday, 9 May 2010

Thyme

. Sunday, 9 May 2010
0 komentar


Deskripsi:
Thyme (Thymus) merupakan tanaman yang terdiri dari 350 spesies. Tanaman ini memiliki khasiat universal.Biasanya ditanam di Eropa, Afrika Utara dan Asia. Cocok digunakan sebagai teh dan bahan makanan. Bila dibuat teh, akan membantu pencernaan dan mengatasi gejala demam.�

Kandungan:
carvacolo, borneol, geraniol, tapi yang terpenting, timol.

Khasiat:
Thyme memiliki digunakan sebagai obat alami sehubungan dengan dada dan gangguan pernafasan termasuk batuk, bronkitis, dan sesak nafas.

Sumber: dari berbagai sumber.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 19 April 2010

Kolaborasi Herbal dan Kemoterapi

. Monday, 19 April 2010
0 komentar

Banyak ahli bedah tumor beranggapan kombinasi terapi alami dengan terapi baku konvensional dalam memerangi kanker tidak memiliki peran sama sekali, bahkan berpotensi memengaruhi kinerja obat antikanker, buntutnya output yang memburuk.

Anggapan tersebut rasional terkait menjamurnya pengobatan alternatif berbasis herbal tanpa melalui uji klinis yang ilmiah. Maraknya produk herbal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan potensi terapinya dan efek samping yang ditimbulkan tidak berarti semua produk alami mubazir. Sesungguhnya banyak tanaman yang menyimpan potensi terapeutik yang luar biasa bila digali melalui penelitian ilmiah.

Sebut saja flavonoid—pemberi pigmen tumbuh-tumbuhan—yang terkandung luas dalam tumbuhan dan buah-buahan. Flavonoid juga protektor terhadap serangan mikroba dan serangga. Penyebaran flavonoid yang luas, varietas, serta toksisitas yang rendah menandakan kita dapat mengonsumsi flavonoid dalam jumlah besar tanpa khawatir berdampak buruk terhadap kesehatan.

Flavonoid memiliki peran besar dalam tubuh kita sebagai modifikator respons alami biologis. Banyak penelitian membuktikan peran flavonoid untuk memodifikasi reaksi tubuh pada penyakit. Flavonoid dapat menekan inflamasi (radang), mengontrol kadar gula darah, memperbaiki respons imun, melawan kanker, dan proteksi terhadap penyakit jantung.

Kadar dan tipe flavonoid bervariasi dalam tiap jenis tumbuhan. Kombinasi dan kuantitas flavonoid yang beragam dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Dengan penelitian ilmiah, kita bisa memahami dan mendapat informasi mekanisme untuk memodifikasi sinyal seluler dan metabolisme, memahami dosis serta kombinasi terapi terbaik untuk pengobatan tertentu.

Inflamasi

Kanker merupakan penyakit inflamasi. Ketika tubuh memproduksi keradangan sebagai reaksi terhadap luka atau infeksi, akan diproduksi substrat yang juga dapat memengaruhi tumbuhnya kanker.

Bila terjadi radang kronis seperti ulkus yang disebabkan bakteri dalam perut, konsekuensinya tidak hanya memicu terjadinya kanker, tetapi sekaligus memicu pertumbuhannya.

Flavonoid berperan dalam memerangi kanker sebagai: antiinflamasi (antiradang), antikanker, dengan merangsang apoptosis (program kematian sel), antimetastasis (antipenyebaran kanker), antiangiogenesis (antipertumbuhan pembuluh darah baru), meningkatkan kerja kemoterapi, dan menurunkan toksisitas kemoterapi

Dengan kemoterapi, angka kesembuhan kanker solid (padat) seperti kanker payudara, ovarium, ginjal, prostat, tulang, dan otak pada orang dewasa 2,3 persen. Rendahnya angka itu memicu resistensi terhadap obat-obat kemoterapi (multi-drug resistance). Membran transpor protein ABCG2/BCRP1 menurunkan konsentrasi kemoterapi intraseluler seperti ironotecan dan doxorubicin.

Protein ABCG2 ditemukan dalam jumlah besar dalam stem sel kanker. Protein itu memicu sel kanker stem sel untuk memulai pertumbuhan tumor pascakemoterapi. Substrat yang menghambat ABCG2 meningkatkan kemosensitivitas sel kanker stem sel terhadap kemoterapi serta memperbaiki respons.

Berbagai jenis flavonoid menghambat ABCG2. Kolaborasi ragam flavonoid seperti apigenin, luteolin, quercetin, genistein, dan kaempferol menghambat pertumbuhan sel kanker pada kanker ovarium pada suatu studi in vitro (angka kesembuhan 80 persen). Flavonoid berpotensi menghambat VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor)—faktor pemicu angiogenesis (tumbuhnya pembuluh darah baru pada kanker). Teh hijau berpotensi menghambat MMP2 (Matrix Metalloprotein 2) dan MMP9 (Matrix Metalloprotein 9).

Untuk memperoleh capaian terapi lebih baik, kombinasi flavonoid, ekstrak murni teh hijau, dan kemoterapi menjadi pilihan yang dapat dicoba. Kombinasi terapi alami dan kemoterapi memberikan hasil lebih baik karena bekerja di jalur yang berbeda sehingga dapat membunuh sekaligus tak memberi peluang tumbuh kembalinya sel kanker.

Kemoterapi dapat membunuh sel kanker, tetapi tidak berdaya terhadap terjadinya kekebalan terhadap obat, juga tidak berpotensi mencegah penyebaran kanker ke organ lain, termasuk pertumbuhan pembuluh darah baru sebagai pemasok makanan bagi pertumbuhan sel kanker.

Untuk mendongkrak angka kesembuhan, pilihan terapi sebisanya berbasis pada pengobatan yang menekan pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis), mitosis (pembelahan sel), dan penyebaran ke organ lain (metastasis).

OSSYRIS ABU BAKAR Bekerja sama dengan Resort to Health Medical Clinic Perth


source : kompas

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tuesday, 6 April 2010

Rumput Mutiara

. Tuesday, 6 April 2010
0 komentar


Deskripsi:
Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk ) mirip rumput dengan ciri khas antara lain tinggi hanya mencapai 15 \u2013 50 cm. Batangnya berbentuk bersegi sedangkan daunnya berhadapan bersilang. Bunga Rumput Mutiara ke luar dari ketiak daun. Ciri khas lainnya adalah Rumput Mutiara umumnya tumbuh subur di tanah lembab.

Dalam pengobatan tradisional, Rumput Mutiara memiliki berbagai khasiat. Radang usus hingga infeksi saluran kemih dapat disembuhkan dengan Rumput Mutiara.

Kandungan:
- entriacontane
- sitisterol-D-glucoside
- stigmasterol
- ursolic acid
- oleanolic acid
- Beta-sitosterol
- p-coumaric acid
- baihuasheshecaosu
- flavonoid glycosides

Khasiat:
Secara tradisional, Rumput Mutiara dapat mengatasi beberapa penyakit, antara lain:
- radang usus buntu
- bisul
- sumbatan saluran sperma
- pereda demam
- tonsilis
- gondongan
- pneumonia
- infeksi saluran kemih

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kenikir

.
0 komentar


Kenikir atau Ulam Raja (Cosmos caudatus Kunth.) dipercaya berasal dari Amerika Latin. Tanaman ini menyebar ke Florida, Amerika Serikat, serta ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Daun Kenikir memiliki bau yang khas dan sangat menyengat. Meski demikian, ada pula yang menggunakan daun ini untuk dijadikan lalapan. Kenikir juga dipakai sebagai obat dalam pengobatan tradisional.


Kandungan:
Daun:
- saponin
- flavonoida polifenol
- minyak atsiri

Akar:
- hidroksieugenol
- koniferil alkohol

Khasiat:
Secara tradisional dan belum dilakukan penelitian khusus, Kenikir dipercaya dapat menjadi obat sakit lambung, penguat tulang, dan penambah nafsu makan.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tempuyung

.
0 komentar

Tempuyung
 




Deskripsi:
Tempuyung (Sonchus arvensis) pada mulanya dianggap tumbuhan liar. Namun setelah diketahui kandungan dan khasiatnya, tumbuhan ini mulai dibudidayakan. Dalam pengobatan tradisional, tempuyung dipakai untuk obat diare. Kini, Tempuyang dibudidayakan dan kemudian diekstrak untuk menjadi obat.


Kandungan:
- silikia
- kalium
- flavonoid
- taraksaterol
- alfa-lactucerol
- inositol

Khasiat:
Secara tradisional dan modern tempuyung dijadikan obat untuk:
- diare
- bisul
- kencing batu
- darah tinggi

Klik disini untuk melanjutkan »»

Tapak Liman

.
0 komentar

Tapak Liman




Deskripsi:
Tapak Liman (Elephanthopus scaber L.) umunya tumbuh liar. Namun justru dalam pengobatan tradisional, tumbuhan ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengobatan. Berdasarkan pengetahuan empiris, masyarakat tradisonal mempercayai bahwa daun tapak liman dapat menyembuhkan penyakit ringan seperti pusing atau demam. Kini diketahui bahwa Tapak Liman memang mengandung kandungan kimia yang memiliki efek farmakologis. Tapi hingga kini belum banyak penelitian lebih detai mengenai tumbuhan ini, terutama untuk perkembangan obat herbal.


Kandungan:
- elephantopin
- deoxyelephantopin
- triacontan-1-ol
- dotriacontan-1-ol
- lupeol
- epriellinol
- lipenol
- stigmasterol
- triacontan
- lupeol acetat

Khasiat:
Secara tradisional Tapak Liman dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, antara lain:
- mempercepat persalinan
- peluruh dahak
- peluruh kencing
- keputihan
- Nyeri haid
- radang ginjal
- kurang darah
- radang rahim
- partuis

Klik disini untuk melanjutkan »»

Temu Putih

.
0 komentar

Temu Putih





Deskripsi:
Temu Putih (Curcuma zedoaria (Rosc))dikenal sebagai rempah-rempah untuk pengobatan Tiongkok. Pengobatan Tiongkok mempercayai bahwa Temu Putih memiliki efek mematikan sel kanker. Tidak hanya itu, Temu Putih juga berkhasiat dalam pengobatan yang berkaitan dengan pencernaan. Zat pahit yang dikandung Temu Putih dipercaya dapat mengatasi masalah sakit pencernaan seperti diare, sakit perut, dan lambung.


Kandungan:
- minyak atsiri
- kurkumin
- demetoksikurkumin
- cineole
- curculone
- curcumadiol
- curdione

Khasiat:
- mengobati kanker
- Kanker mulut rahim
- Kista rahim
- Pereda nyeri saat haid

Sumber: dari berbagai sumber

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Followers

babil's is proudly powered by Blogger.com | Template by by miftah "cah ndEso" | babil's