Showing posts with label obat-obatan. Show all posts
Showing posts with label obat-obatan. Show all posts

Wednesday, 2 June 2010

Seberapa Manjur Wortel untuk Mata?

. Wednesday, 2 June 2010
0 komentar


Anggapan yang selama ini beredar mengenai wortel dan kesehatan mata ada benar tapi juga ada salahnya. Mampukah wotel membantu meningkatkan penglihatan mata?

Selama ini orangtua seringkali menyuruh anaknya untuk mengonsumsi wortel karena dipercaya dapat membuat mata menjadi sehat.

Padahal wortel tidak akan meningkatkan ketajaman visual seseorang yang sudah memiliki penglihatan yang kurang sempurna. Tapi vitamin yang terkandung di dalam wortel dapat membantu meningkatkan kesehatan mata secara menyeluruh.

Sayuran wortel mulai terkait dengan kesehatan mata sejak Perang Dunia II. Pada saat itu diceritakan bahwa pilot pesawat tempur John Cunningham memiliki penglihatan terbang yang bagus di malam hari setelah rajin mengonsumsi wortel. Menanggapi cerita ini, akhirnya banyak orang yang rajin mengonsumsi wortel agar bisa memiliki penglihatan sempurna.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Rabu (2/6/2010) wortel mengandung senyawa beta karoten, yaitu suatu zat yang akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A (salah satu gizi penting untuk kesehatan mata).

Senyawa beta karoten adalah pigmen karotenoid yang ditemukan pada sayuran serta buah-buahan yang berwarna oranye. Beta karoten ini merupakan prekursor penting bagi pembentukan vitamin A.

Seseorang yang mengalami kekurangan vitamin A ekstrem bisa menyebabkan kebutaan. Bahkan di beberapa negara berkembang, kekurangan vitamin A menjadi penyebab utama kebutaan.

Selain itu kekurangan vitamin A juga bisa menyebabkan xeroftalmia, kondisi mata tidak bisa lagi memproduksi air mata, mengalami kekeringan di mata, pembengkakkan kelopak mata dan gangguan kornea.

Namun jika gangguan mata yang dialami bukan akibat kekurangan vitamin A, maka kondisi penglihatan tidak akan berubah meskipun seseorang mengonsumsi wortel dalam jumlah besar.

Wortel bukanlah satu-satunya sayuran yang mengandung beta karoten untuk membantu kesehatan mata, makanan lain seperti ubi jalar, mangga, aprikot dan labu juga merupakan sumber beta karoten. Selain itu juga termasuk susu, keju, kuning telur dan hati.

Sayuran-sayuran itu mengandung antioksidan yang dikenal dengan nama lutein. Makanan yang mengandung kaya lutein dapat meningkatkan kepadatan pigmen dalam macula, yaitu daerah berwarna kuning yang berbentuk oval dan terletak di dekat retina mata.

Semakin besar kepadatan pigmen dalam macula, maka retina mata akan semakin terlindungi dengan baik dan mengurangi risiko degenerasi macula.

Jadi, jika gangguan mata yang dialami akibat kekurangan vitamin A maka mengonsumsi wortel bisa membantu memperbaiki kesehatan mata.

Tapi jika tidak disebabkan oleh gangguan vitamin A, maka kemungkinan konsumsi wortel berlebih tidak akan memberikan pengaruh. Meski demikian tidak ada salahnya untuk tetap mengonsumsi wortel secara rutin untuk memenuhi asupan vitamin A bagi tubuh.


.detik.com

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sunday, 9 May 2010

Thyme

. Sunday, 9 May 2010
0 komentar


Deskripsi:
Thyme (Thymus) merupakan tanaman yang terdiri dari 350 spesies. Tanaman ini memiliki khasiat universal.Biasanya ditanam di Eropa, Afrika Utara dan Asia. Cocok digunakan sebagai teh dan bahan makanan. Bila dibuat teh, akan membantu pencernaan dan mengatasi gejala demam.�

Kandungan:
carvacolo, borneol, geraniol, tapi yang terpenting, timol.

Khasiat:
Thyme memiliki digunakan sebagai obat alami sehubungan dengan dada dan gangguan pernafasan termasuk batuk, bronkitis, dan sesak nafas.

Sumber: dari berbagai sumber.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Monday, 19 April 2010

Fakta Lain Seputar Nikotin

. Monday, 19 April 2010
0 komentar

Jakarta, Nikotin selama ini dikenal sebagai zat yang terkandung dalam rokok dan bisa menyebabkan ketergantungan. Tapi ada beberapa fakta lain seputar nikotin yang belum diketahui masyarakat.

Orang-orang Indian adalah orang yang mengajarkan seluruh dunia untuk merokok. Hal ini diketahui dari ekspedisi Christopher Columbus yang membawa daun tembakau pertama kali yang diberikan oleh kepala Indian ke Eropa.

Saat itu orang-orang Eropa mudah tertipu dan menggunakan tembakau sebagai obat untuk sakit kepala, kelelahan dan mudah tersinggung.

Komponen utama tanaman ini yang diberi nama nikotin ditemukan oleh duta besar Prancis Jean Nicot pada pertengahan abad XIV, saat itu masyarakat mempercayai nikotin sebagai obat.

Tapi setengah abad kemudian baru diketahui bahaya tembakau dan asapnya bagi tubuh manusia, tapi hanya beberapa orang saja yang mampu berkata tidak terhadap tembakau.

Seperti dikutip dari Buzzle dan nicotinefacts, Senin (19/4/2010) ada beberapa fakta lain mengenai nikotin yang masih jarang diketahui oleh masyarakat, yaitu:

1. Sebagian besar perokok mempercayai bahwa efek dari rokok bisa membuat tenang.
Tapi psikolog tidak setuju dengan hal tersebut. Meurutnya bukan pengaruh asap rokok dan nikotin yang menenangkan, melainkan refleks dari mengisap.

Para dokter menyarankan bagi orang yang mengalami insomnia berat bisa mengonsumsi susu atau cairan lain melalui sedotan, karena efek mengisap ini bisa menenangkan.

2. Nikotin bisa benar-benar bermanfaat sebagai obat jika digunakan dengan benar dan dosis yang akurat. Namun selama ini orang menggunakan nikotin untuk hal yang berbeda dan dalam dosis yang tinggi.

3. Dalam American Journal of Psychiatry diketahui bahwa reaksi nikotin dengan oksigen dapat membentuk asam nicotinic. Efek dari turunan senyawa ini bisa bermanfaat bagi tubuh manusia yaitu menenagkan, meningkatkan suasana hati dan merangsang aktivitas otak, fungsi motorik dan memori. Jika molekul nikotin diubah sedemikian rupa tidak akan menyebabkan kecanduan seperti rokok.

4. Para dokter memiliki istilah wajah perokok, karena kulit orang yang merokok 25-40 persen lebih tipis dibanding non-perokok. Semakin lama seseorang merokok, maka semakin berkurang kadar kolagen dan elastinnya. Namun jika seseorang belum terlalu lama merokok, kulit dan wajahnya bisa membaik.

5. Psikolog menggolongkan perokok berat sebagai pencari petualangan. Secara sadar atau lebih seringnya tidak sadar, mereka ingin mendapatkan adrenalin yang lebih dan mengabaikan potensi bahaya tak heran banyak iklan rokok yang menggunakan olahraga ekstrim sebagai ilustrasinya.

6. Sangat sedikit para ibu yang siap untuk melepaskan kebiasaan berbahaya ini bagi kesehatan bayinya. Padahal kebiasaan merokok yang dilakukan oleh ibu bisa berdampak terhadap kesehatan anaknya saat masih di dalam rahim atau tidak, karena dapat menghambat asupan oksigen ke anak.

7. Sebuah studi menuturkan anak yang mengalami alergi terhadap debu, bulu binatang, alergi makanan, penyakit perut atau rongga gigi bisa disebabkan oleh asap rokok yang terhirup.

8. Ada berbagai metode yang bisa dilakukan agar bisa berhenti merokok, tapi metode asli yang pertama kali diusulkan oleh seorang desainer Inggris untuk menyapih rokok melalui asbak yaitu dengan menampilkan sesuatu yang seram di asbaknya. Beberapa orang bisa berhenti merokok dengan metode ini, tapi ada juga yang tidak berhasil.



source : detik

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kolaborasi Herbal dan Kemoterapi

.
0 komentar

Banyak ahli bedah tumor beranggapan kombinasi terapi alami dengan terapi baku konvensional dalam memerangi kanker tidak memiliki peran sama sekali, bahkan berpotensi memengaruhi kinerja obat antikanker, buntutnya output yang memburuk.

Anggapan tersebut rasional terkait menjamurnya pengobatan alternatif berbasis herbal tanpa melalui uji klinis yang ilmiah. Maraknya produk herbal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan potensi terapinya dan efek samping yang ditimbulkan tidak berarti semua produk alami mubazir. Sesungguhnya banyak tanaman yang menyimpan potensi terapeutik yang luar biasa bila digali melalui penelitian ilmiah.

Sebut saja flavonoid—pemberi pigmen tumbuh-tumbuhan—yang terkandung luas dalam tumbuhan dan buah-buahan. Flavonoid juga protektor terhadap serangan mikroba dan serangga. Penyebaran flavonoid yang luas, varietas, serta toksisitas yang rendah menandakan kita dapat mengonsumsi flavonoid dalam jumlah besar tanpa khawatir berdampak buruk terhadap kesehatan.

Flavonoid memiliki peran besar dalam tubuh kita sebagai modifikator respons alami biologis. Banyak penelitian membuktikan peran flavonoid untuk memodifikasi reaksi tubuh pada penyakit. Flavonoid dapat menekan inflamasi (radang), mengontrol kadar gula darah, memperbaiki respons imun, melawan kanker, dan proteksi terhadap penyakit jantung.

Kadar dan tipe flavonoid bervariasi dalam tiap jenis tumbuhan. Kombinasi dan kuantitas flavonoid yang beragam dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Dengan penelitian ilmiah, kita bisa memahami dan mendapat informasi mekanisme untuk memodifikasi sinyal seluler dan metabolisme, memahami dosis serta kombinasi terapi terbaik untuk pengobatan tertentu.

Inflamasi

Kanker merupakan penyakit inflamasi. Ketika tubuh memproduksi keradangan sebagai reaksi terhadap luka atau infeksi, akan diproduksi substrat yang juga dapat memengaruhi tumbuhnya kanker.

Bila terjadi radang kronis seperti ulkus yang disebabkan bakteri dalam perut, konsekuensinya tidak hanya memicu terjadinya kanker, tetapi sekaligus memicu pertumbuhannya.

Flavonoid berperan dalam memerangi kanker sebagai: antiinflamasi (antiradang), antikanker, dengan merangsang apoptosis (program kematian sel), antimetastasis (antipenyebaran kanker), antiangiogenesis (antipertumbuhan pembuluh darah baru), meningkatkan kerja kemoterapi, dan menurunkan toksisitas kemoterapi

Dengan kemoterapi, angka kesembuhan kanker solid (padat) seperti kanker payudara, ovarium, ginjal, prostat, tulang, dan otak pada orang dewasa 2,3 persen. Rendahnya angka itu memicu resistensi terhadap obat-obat kemoterapi (multi-drug resistance). Membran transpor protein ABCG2/BCRP1 menurunkan konsentrasi kemoterapi intraseluler seperti ironotecan dan doxorubicin.

Protein ABCG2 ditemukan dalam jumlah besar dalam stem sel kanker. Protein itu memicu sel kanker stem sel untuk memulai pertumbuhan tumor pascakemoterapi. Substrat yang menghambat ABCG2 meningkatkan kemosensitivitas sel kanker stem sel terhadap kemoterapi serta memperbaiki respons.

Berbagai jenis flavonoid menghambat ABCG2. Kolaborasi ragam flavonoid seperti apigenin, luteolin, quercetin, genistein, dan kaempferol menghambat pertumbuhan sel kanker pada kanker ovarium pada suatu studi in vitro (angka kesembuhan 80 persen). Flavonoid berpotensi menghambat VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor)—faktor pemicu angiogenesis (tumbuhnya pembuluh darah baru pada kanker). Teh hijau berpotensi menghambat MMP2 (Matrix Metalloprotein 2) dan MMP9 (Matrix Metalloprotein 9).

Untuk memperoleh capaian terapi lebih baik, kombinasi flavonoid, ekstrak murni teh hijau, dan kemoterapi menjadi pilihan yang dapat dicoba. Kombinasi terapi alami dan kemoterapi memberikan hasil lebih baik karena bekerja di jalur yang berbeda sehingga dapat membunuh sekaligus tak memberi peluang tumbuh kembalinya sel kanker.

Kemoterapi dapat membunuh sel kanker, tetapi tidak berdaya terhadap terjadinya kekebalan terhadap obat, juga tidak berpotensi mencegah penyebaran kanker ke organ lain, termasuk pertumbuhan pembuluh darah baru sebagai pemasok makanan bagi pertumbuhan sel kanker.

Untuk mendongkrak angka kesembuhan, pilihan terapi sebisanya berbasis pada pengobatan yang menekan pertumbuhan pembuluh darah baru (angiogenesis), mitosis (pembelahan sel), dan penyebaran ke organ lain (metastasis).

OSSYRIS ABU BAKAR Bekerja sama dengan Resort to Health Medical Clinic Perth


source : kompas

Klik disini untuk melanjutkan »»

Saturday, 10 April 2010

Infeksi Akibat Kelebihan Antibiotik

. Saturday, 10 April 2010
0 komentar

Philadelphia, Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol lagi-lagi menimbulkan akibat fatal. Tak cuma tubuh kebal terhadap si antibiotik, tapi kelebihan antibiotik juga menimbulkan infeksi Staphylococcus yang tidak bisa disembuhkan.

Infeksi tersebut dinamakan VRSA (vancomycin-resistant Staphylococcus aureus). Selama ini penyakit infeksi Staphylococcus yang paling berbahaya adalah MRSA.



Seorang pasien dari Pennsylvania Hospital diketahui memiliki bentuk infeksi yang jarang dari Staph akibat penggunaan antibiotik secara berlebihan.

Pasien tersebut adalah seorang perempuan yang saat ini tengah menjalani dialisis ginjal. Petugas rumah sakit mengungkapkan bahwa perempuan ini tidak terinfeksi bakteri tersebut di rumah sakit milik University of Pennsylvania.

Para ahli mengatakan kasus langka ini disebabkan oleh penggunaan berlebihan antibiotik tingkat tinggi seperti vankomisin, dokter sering menggunakan obat ini jika pasien sudah gagal menggunakan obat lain.

Akibat penggunaan yang berlebihan, maka bakteri menjadi kebal atau mampu bertahan dengan serangan vankomisin. Obat ini biasanya digunakan untuk membantu melindungi pasien yang lemah atau ginjalnya tidak berfungsi dari serangan infeksi bakteri.

"VRSA tidak pernah ditularkan dari satu orang ke orang lain. Namun akibat infeksi ini bisa memicu munculnya resistensi pada pasien untuk mengembangkan dua infeksi yang lebih umum seperti MRSA dan resisten bakteri yang dikenal sebagai vancomycin-resistant Enterococcus atau VRE," ujar Neil Fishman, seorang dokter ahli penyakit menular, seperti dikutip dari The Philadelphia Inquirer, Jumat (9/4/2010).

Fishman menambahkan gen resistensi vancomysin dari VRE ditransfer ke MRSA sehingga bisa memicu timbulnya infeksi VRSA.

"Dengan melakukan cuci tangan bisa membatasi penyebaran berbagai macam infeksi. Dengan melakukan tindakan yang tepat, kemungkinan penyebaran bakteri VRSA ini tidak menyebar luas," ujar Dr Deena Athas dari Thomas Jefferson University.

Semua bakteri VRSA memiliki gen vanA. Kebanyakan pasien yang positif VRSA sebelumnya memiliki sejarah yang disebabkan oleh infeksi MRSA dan VRE yang juga mengandung gen vanA.

Gen vanA ini dipindahkan melalui plasmid (molekul DNA sirkuler di luar kromosom) dari VRE ke strain MRSA. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan infeksi Staphylococcus aureus lainnya dan berkisar pada infeksi kulit ringan, sepsis dan infeksi organ dalam.

Hingga kini belum ada daftar resmi antibiotik apa yang efektif untuk melawan VRSA, jadi setiap antibiotik harus dilakukan uji kerentanan pada sampel yang terinfeksi.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Followers

babil's is proudly powered by Blogger.com | Template by by miftah "cah ndEso" | babil's